DPRD Sidoarjo Menjadi Ruang Belajar Administrasi Publik Bagi Mahasiswa Untag Surabaya
Sidoarjo – Wakil Ketua Komisi B, Kusumo Adi Nugroho didampingi H Tarkit Erdianto, S.H., M.H., yang juga ketua fraksi PDI-P didampingi H Tarkit Erdianto, S.H., M.H., yang juga ketua fraksi PDI-P menerima kunjungan para mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya.
Kunjungan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami tata kelola pemerintahan secara langsung, mengingat disiplin ilmu yang mereka pelajari berkaitan erat dengan administrasi publik dan berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho juga alumni Untag Surabaya Fakultas Ekonomi ini mengatakan, bahwa pengalaman langsung di lingkungan legislatif penting untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap proses pemerintahan.
“Mahasiswa harus merasakan sendiri bagaimana kerja wakil rakyat. Di ruang sidang itu mereka bisa melihat, mendengar, dan memahami langsung bagaimana proses pengambilan kebijakan berlangsung”, ujarnya.
Menurut cak Nucky-sapaan akrabnya- kunjungan kali ini menjadi lebih menarik karena menghadirkan diskusi mengenai perbandingan sistem pemerintahan Indonesia dan Yaman. Topik tersebut dinilai relevan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dinamika pemerintahan dan stabilitas suatu negara.
Pertanyaan yang disampaikan mahasiswa sangat baik dan kritis. Ini menjadi masukan bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” kata cak Nucky, Ketua IKBA Untag Surabaya ini.
Masih menurut cak Nucky, mahasiswa harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masa depan bangsa. Selain kritis dalam melihat berbagai persoalan, mereka harus juga menunjukkan semangat menjaga persatuan dan kesatuan negara, ungkapnya.
Ia menilai, mahasiswa Untag memiliki wawasan kebangsaan cukup kuat. Harapannya tentu Indonesia tetap menjadi negara yang utuh dan tidak mengalami konflik atau perpecahan seperti yang terjadi di beberapa negara lain, imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untag Surabaya, Yusuf Haryoko, menjelaskan bahwa kuliah lapangan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester.
Menurut Yusuf, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sekaligus mendekatkan mereka dengan berbagai unsur pemerintahan yang menjadi bagian dari bidang kajian Administrasi Negara.
Melalui kuliah lapangan ini, Untag Surabaya berharap mahasiswa setelah lulus kuliah tidak hanya memahami teori administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu melihat langsung tantangan dan praktik yang terjadi di lapangan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Indonesia, pungkasnya.
Mahasiswa Untag tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Mereka tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait pelayanan publik, transparansi pemerintahan, hingga kompetensi pejabat publik.(lif)
