Komisi C DPRD Sidoarjo Minta Pemkab Segera Atasi Ruas Jalan Yang Rusak Akibat Genangan Air Yang Ada di Jalan Pasar Larangan dan Lingkar Timur

Sidoarjo – DPRD Kabupaten Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk segera mempercepat perbaikan jalan rusak guna memastikan kenyamanan dan keamanan bagi mobilitas masyarakat.

Desakan perbaikan jalan tersebut dari Komisi C DPRD kabupaten Sidoarjo meminta agar perbaikan jalan, baik rusak ringan, sedang maupun berat dituntaskan secepatnya karena untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan warga.

Meski program betonisasi tahun 2026 telah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk perbaikan rutin. Namun, DPRD kabupaten Sidoarjo meminta segera dipercepat perbaikannya guna meningkatkan kualitas infrastruktur jangka panjang. Agar Tim Satgas Jalan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) dikerahkan untuk melakukan pekerjaan secara bertahap.

Choirul Hidayat, Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bukan hanya melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan. Tapi juga menyiapkan revitalisasi drainase di berbagai ruas jalan yang akan diperbaiki.“Karena jika hanya jalan diperbaiki tanpa drainasenya ditata, akan sia-sia, katanya, Senin (27/4/2026).

Choirul Hidayat

Lebih lanjut dikatakan, beberapa jalan di wilayah Sidoarjo secara bertahap telah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Namun sebagian rusak lagi karena genangan air masih ditemukan di sejumlah ruas jalan, salah satunya di Jalan dekat Pasar Larangan dan Lingkar Timur Sidoarjo. Warga bahkan sempat memasang batu dan kayu agar pengendara yang melintas berhati-hati, ucapnya.

Masih menurut politikus PDIP ini, bahwa di Sidoarjo, ada beberapa ruas jalan yang dikerjakan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk dilakukan perbaikan. Beberapa ruas jalan itu yakni jalan lingkar Timur dan daerah dekat pasar larangan serta jalan di seluruh wilayah kecamatan dan sejumlah ruas jalan lain yang juga diperbaiki dengan betonisasi, katanya.

Ia juga menambahkan, memang jalan rusak menjadi masalah klasik di Sidoarjo. Sejumlah ruas jalan banyak yang cepat berlubang juga salah satunya karena buruknya drainase di kanan kiri jalan. Jalan beton digagas untuk meningkatkan kualitas jalan. Konsep itu diperkirakan akan lebih baik daripada jalan aspal. Tetapi, proyek tersebut juga harus tetap diimbangi dengan sistem drainase yang baik, urainya.

Ketika jalan-jalan diperbaiki, tapi drainasenya tidak ditata, perbaikan jalan akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan penyediaan drainase yang baik. “Ini berkaitan dengan kualitas perbaikan jalan itu agar berumur panjang. “Supaya tidak cepat rusak,” tuturnya.

Selama ini, kerusakan jalan di Sidoarjo sebagian besar karena kondisi drainase yang kurang mumpuni untuk menampung debit air. “Ada juga beberapa jalan yang tidak sama sekali memiliki drainase,” ujar politisi PDIP tersebut.

Bila drainase tidak bagus, ketika hujan turun, air langsung meluber ke badan jalan. Hal inilah yang menyebabkan aspal cepat rusak dan mengelupas. Sebab, ketahanan aspal akan berkurang jika terus-menerus tergenang air. “Itulah kenapa aspal di badan jalan itu cepat rusak. Oleh karena itu, revitalisasi drainase juga sangat penting dalam peningkatan jalan,” paparnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko meminta kepada Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) untuk memperhatikan saluran drainase yang ada dan memastikan bahwa air bisa masuk.

Sebab, tidak jarang saluran drainase tertutup. “Buat tempat air supaya bisa mengalir dan masuk ke drainase, kalau masalah genangan bisa diatasi maka umur manfaat jalan akan lebih lama,” tuturnya.

Anang Siswandoko

Kepada masyarakat, dia pun berpesan agar tidak menutup saluran drainase yang ada. “Ketika membangun rumah perhatikan drainase, jangan tutup tempat air masuk, ini untuk kebaikan bersama”, pesannya.

Pentingnya menjaga saluran drainase tetap berfungsi dengan baik. Di mana, ketika hujan turun air dapat masuk ke drainase. Sehingga tidak menggenangi badan jalan.

Menurutnya, genangan air di badan jalan bisa membuat jalan tersebut rusak. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan saluran drainase terlebih dahulu demi mengurangi potensi genangan.

“Hotmix ataupun aspal bisa rusak akibat genangan air, karena di sana ada rongga yang bisa menjadi pintu masuk air apalagi genangan dalam waktu yang cukup lama. Itu sangat mempengaruhi, bahkan jalan yang baru di aspal rusak lagi, padahal umur ekonomisnya belum satu tahun,” kata Anang Siswandoko dari Fraksi Partai Gerindra, Senin (27/4/2026).

Setiap melihat jalan rusak, selalu melihat saluran drainase yang ada disekitarnya. Ternyata memang benar di seputaran jalan rusak itu saluran drainase banyak yang tertutup. Dia pun mencontohkan jalan rusak yang ada di lingkar timur.

“Saya sudah melihat kesana, memang diseputaran jalan rusak itu drainasenya tidak berfungsi baik. Jadi ketika hujan, air tidak ada tempat mengalir, alhasil tergenang di badan jalan, akhirnya jalan yang bagus menjadi rusak,” ungkapnya.

Revitalisasi drainase merupakan hal penting dalam suatu pembangunan jalan, seperti halnya Pemkab Sidoarjo yang kini tengah melakukan penataan dan peningkatan jalan kabupaten yang harus memikirkan pembuangan airnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan segera, tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perbaikan jalan tidak boleh hanya difokuskan pada titik-titik tertentu saja, melainkan harus mencakup seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat.

“Saya kira Pemkab Sidoarjo sudah memetakan mana saja jalan yang rusak dan mendesak dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dapat bergerak cepat melakukan perbaikan jalan yang rusak sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pembangunan, imbuhnya.

Emir Firdaus

Anggota Komisi C DPRD kabupaten Sidoarjo, Emir Firdaus mengatakan hal yang sama bahwa area jalan yang sering rusak harus jadi prioritas untuk diperbaiki drainasenya. Selain itu, ruas jalan yang lalu lintasnya padat terutama untuk kendaraan besar juga harus diperhatikan. “Di kawasan itulah perbaikan jalan harus dilanjutkan dan di imbangi dengan penyiapan revitalisasi drainase yang bagus,” katanya.

Menurut, politikus partai PAN ini, meski anggaran perbaikan jalan termasuk revitalisasi drainase lebih mahal, namun yang dilakukan di jalan yang cepat rusak akan lebih efektif. Harapannya, setiap tahun tidak ada perbaikan yang justru bisa menghemat APBD untuk kebutuhan lainnya.

“Jika jalan langganan rusak tentu harus jadi prioritas diperbaiki dan direvitalisasi lagi drainasenya. Tanpa sistem drainase yang baik, kerusakan pada jalan akan lebih cepat terjadi dan dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan”, pungkasnya.(lif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *